Menjalani sebuah hubungan memang tidak selamanya berjalan mulus. Terkadang ada manisnya dan begitupun sebaliknya. Untuk menetralkan semua itu setiap individu harus memiliki prinsip dalam menjalani sebuah hubungan, entah itu dengan pacar, suami, tetangga, keluarga atau orang-orang terdekat kita. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa pasangan hidup kita adalah tempat curhat , pelampiasan dari segala hiruk pikuk dan problematika kehidupan. Tapi sebenarnya itu salah kalau menurut pandangan saya secara pribadi. Ini adalah prinsip saya, bahwa kita haram hukumnya untuk melampiaskan masalah-masalah kita kepada pasangan kita.Pasangan hidup adalah orang yang akan mendampingi kita sampai ajal menjemput, mereka adalah orang yang wajib kita hargai, sayangi, hormati dan bahkan jangan sampai kita menyakiti mereka karena pelampiasan emosi kita. Lebih baik kita melampiaskan pada orang yang bermasalah dari pada ke pasangan kita. Selain itu kita harus punya prinsip give and give, ini adalah prinsip yang sangat penting apalagi kalau kita sudah memiliki anak . Terkadang kita perhitungan dengan pasangan kita sendiri. Ubahlah semua gaya, mindset dan perilaku yang tidak sewajarnya. Ketika kita memberi jangan pernah berharap untuk dikembalikan . Jujur lah pada pasangan, karena jujur adalah syarat utama menjalin sebuah hubungan.
Senin Pagi.
Jangan lupa menghargai dan saling mengerti.
Belajar menulis, belajar mengenal budayaku, belajar menjadi wanita, belajar menjadi calon istri, belajar berbagi, dan belajar tentang banyak hal lainnya.
Sunday, May 8, 2016
Tuesday, April 26, 2016
Gojek untuk kemanusiaan "Ambulan’s jek"
Dulu waktu di jakarta saya selalu diantar gojek kemanapun
perginya. Saya berfikir ini adalah inovasi dan solusi untuk jakarta yang selalu
macet. Karena keseringan, imaginasi saya tentang gojek tak bisa dielakkan. Saya
punya keinginan suatu saat gojek mau dan mampu memberikan fasilitas
ambulancycle untuk misi kemanusiaan. Selama ini kita tidak tahu berapa juta
orang yang gagal diselamatkan nyawanya karena kedatangan ambulans yang telat,
entah karena macet atau hal lain. Bayangkan ketika gojek menambah aplikasi nya “
Ambulans’jek” dengan aplikasi dan prosedur yang sama dengan gojek biasanya,
saya percaya bahwa image yang buruk tentang gojek akan tumbuh menjadi
baik.
Ambulan yang selama ini kita tahu
rodanya ada 4, bayangkan ketika ada ambulan yang punya roda dua, pasti akan
lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Motor roda dua yang didesain seperti
ambulan dengan fasilitas yang sama menurut saya penting diciptakan untuk membantu
menyelamatkan nyawa orang. Kenapa harus berkolaborasi dengan gojek, karena
gojek mempunyai aplikasi yang sudah banyak dikenal di masyarakat dan bisa
menjangkau dengan cepat orang terdekat yang membutuhkan. Ambulans’jek yang saya
maksutkan disini bukan untuk menggantikan fungsi ambulan pada umumnya, tapi
lebih ke penanganan sementara sebelum ambulan itu datang. Logikanya kalau
mungkin ambulan bisa datang 20 menit ke tkp, pasti ambulan’s jek bisa datang 5
menit di tkp. Semoga ide ini di dengar
sama ceo nya gojek wkwkw amiinn.
Kalau kita belum bisa berbuat banyak untuk orang lain, mungkin berbagi tulisan adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan.
Selamat pagi
Pondok Himatul Muridin
Tuesday, April 12, 2016
Pendidik dan Lingkungan Cemerlang untuk Melahirkan Generasi Gemilang
Paling tidak saya harus bermanfaat untuk orang lain minimal 1 kali dalam sehari.
Inilah yang membuat saya mau menulis lagi. Meluangkan waktu sebentar untuk menulis agaknya belum jadi kebiasaan. Tapi mulai hari ini harus saya paksakan agar bisa menjadi sebuah kecerdasan. Loh apa hubungannya ?
Ya, jadi begini,saya setuju dengan pemaparan Bapak Munif Chatib yang bilang bahwa kecerdasan adalah kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang atau istilahnya adalah habbit.
Nggak paham ya ? Ya sudahlah .
5 jam saya duduk sebagai pendengar passive ternyata ada hasilnya juga. Saya tertarik dengan ilmu yang disampaikan Pak Munif Chatib hari ini. Pertama mengenai "Pendidik Cemerlang", maksutnya adalah Gurunya Manusia. Kalau kita mau menjadi seorang pendidik yang cemerlang maka kita harus jadi gurunya manusia terlebih dahulu, Iya manusia bukan ROBOT. Ya memang Robot lebih pintar tapi sayang sekali mereka tidak punya rasa peduli. Seperti yang kita ketahui sekarang ini banyak orang-orang pintar tapi sifatnya kaya robot,tidak mempunya rasa kepeduliaan antar sesama. Kita juga harus pintar memilih sekolahnya manusia agar anak-anak kita menjadi manusia bukan robo.
Menjadi Guru Masa Depan dengan 5 bingkisan :
Mari kita buka bingkisan ini satu persatu.
1. Bingkisan pertama adalah BINTANG.
Memandang setiap anak yang dilahirkan adalah juara. Kita harus merobohkan dan tidak membuat penghalang bagi siapapun terutama pada anak-anak. Kita tahu bahwa setiap anak memiliki potensi dan kemampuan meskipun sekecil debu. Apapun itu kita harus ubah pola pikir bahwa setiap anak adalah bintang , juara dan tidak ada satupun anak yang bodoh. Yang salah adalah lingkungan yang mendidiknya, untuk itu kita harus pintar-pintar jadi ibu, teman maupun yang lainnya.
2. Kemampuan anak seluas samudra
3.Setiap anak cerdas dengan Multiple Inteligence
4.Penyelam (Discovering Abillity)
5. Bakat
Inilah yang membuat saya mau menulis lagi. Meluangkan waktu sebentar untuk menulis agaknya belum jadi kebiasaan. Tapi mulai hari ini harus saya paksakan agar bisa menjadi sebuah kecerdasan. Loh apa hubungannya ?
Ya, jadi begini,saya setuju dengan pemaparan Bapak Munif Chatib yang bilang bahwa kecerdasan adalah kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang atau istilahnya adalah habbit.
Nggak paham ya ? Ya sudahlah .
5 jam saya duduk sebagai pendengar passive ternyata ada hasilnya juga. Saya tertarik dengan ilmu yang disampaikan Pak Munif Chatib hari ini. Pertama mengenai "Pendidik Cemerlang", maksutnya adalah Gurunya Manusia. Kalau kita mau menjadi seorang pendidik yang cemerlang maka kita harus jadi gurunya manusia terlebih dahulu, Iya manusia bukan ROBOT. Ya memang Robot lebih pintar tapi sayang sekali mereka tidak punya rasa peduli. Seperti yang kita ketahui sekarang ini banyak orang-orang pintar tapi sifatnya kaya robot,tidak mempunya rasa kepeduliaan antar sesama. Kita juga harus pintar memilih sekolahnya manusia agar anak-anak kita menjadi manusia bukan robo.
Menjadi Guru Masa Depan dengan 5 bingkisan :
Mari kita buka bingkisan ini satu persatu.
1. Bingkisan pertama adalah BINTANG.
Memandang setiap anak yang dilahirkan adalah juara. Kita harus merobohkan dan tidak membuat penghalang bagi siapapun terutama pada anak-anak. Kita tahu bahwa setiap anak memiliki potensi dan kemampuan meskipun sekecil debu. Apapun itu kita harus ubah pola pikir bahwa setiap anak adalah bintang , juara dan tidak ada satupun anak yang bodoh. Yang salah adalah lingkungan yang mendidiknya, untuk itu kita harus pintar-pintar jadi ibu, teman maupun yang lainnya.
2. Kemampuan anak seluas samudra
3.Setiap anak cerdas dengan Multiple Inteligence
4.Penyelam (Discovering Abillity)
5. Bakat
Friday, February 26, 2016
Trenggalek Fundraising Platform atau Patungan
Ada yang tau webiste ini nggk ? itu tuh yang lagi booming dan cetar wkwkwk
Kitabisa.com adalah website yang menurut saya paling keren selama ini, kenapa begitu ? Ya iyalah coba saja anda bayangkan, betapa bermanfaat ini website. Sampai sekarang saya masih penasaran bagaimana cara bikin website kaya gini. Bagi yang belum tau, wajib buka ! *maksa halus
"Gen Peniru" , istilah yang cocok bagi orang yang suka niru2, khususnya saya sendiri. Mengapa begitu ? Karena saya tertarik untuk meniru ide ini. Saya ingin Trenggalek punya website kayak gini loh. Yah sebut saja "Trenggalek Fundraising Platform" atau istilah trenggalek nya "Patungan" .
Sebenarnya semua orang punya potensi untuk saling membantu, karena tiga hal ini :
1. Ada orang yang punya uang
2.Ada orang yang punya Ide/Ilmu/Pemikiran
3.Ada orang yang punya tenaga
Seandainya saja 3 golongan ini mau berkolaborasi bersama ,pati untuk memajukan Trenggalek lebih mudah. Ya disini saya menekankan pada kabupaten saya sendiri, karena entah kenapa saya begitu mencintai kota kecil ini. Nah hubungannya sama website tadi adalah, seandainya Trenggalek punya website kaya Kitabisa.com pasti semua kalangan, mulai dari pihak Kabupaten khususnya Pak Emil dan Mas Ipin , lalu masyarakat trenggalek yang sudah sukses diluar sana, dan tentunya mahasiswa, bisa saling berkolaborasi untuk memajukan kabupaten ini.
Coba anda bayangkan, seandainya Mahasiswa membuat sebuah projek atau ide kreatif kemudian di publish di website tersebut. Untuk menjalankannya pasti butuh dana, disitulah ada golongan orang yang punya uang bisa saling menyumbang, dan bupati ataupun yang lain bisa dengan mudah memantau ataupun memberikan dukungan demi sebuah kemajuan.
Saya percaya banyak mahasiswa yang ingin kembali ke desa dan memajukan desanya. Dengan platform ataupun website seperti itu tentu memudahkan kita untuk berkomunikasi dan mengutarakan ide-ide tersebut ke bupati ataupun pihak-pihak yang sulit ditemui secara langsung.
Ide ini muncul ketika saya ingin sekali bertemu dengan Bupati Trenggalek, tapi sulitnya minta ampun wkwk saya sadar sih ,bukan siapa-siapa wkwkwk
Unek-unek masal :D
Semoga Ide ini Seperti doa , ada yang mendengarkan dan mengabulkannya. Amiinn
BANK SAMPAH MAHASISWA
Ide ini sebenarnya sudah lama banget ingin saya terapkan, tapi entah kenapa sampai sekarang belum terealisasi juga (tidak ada penggeraknya ). Istilah Bank Sampah tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat luas, tapi tidak bisa dipungkiri banyak warga di kampung halaman saya yang masih bingung dengan 2 kata tersebut. Bicara mengenai Bank Sampah di Kampus, mungkin terdengar nggak penting kali ya. Tapi disini saya ingin menekankan bahwa ini bukan bank sampah biasa. *Asekkk wkwkwk.
Untuk mekanismenya seperti ini :
1. Mahasiswa datang ke stand Bank Sampah untuk setor sampah(paling tidak sampah makanannya sendiri ya). Kalau bisa rutin atau setelah habis jajan .
2. Petugas Bank Sampah akan mencatat hasil timbangan dan memasukkan nominal uang di dalam buku tabungan. Jadi sistemnya tidak bisa ambil uang cash langsung, tapi ditabung dulu.
3. Setelah sebulan, mahasiswa bisa melihat tabungannya . Ada 3 pilihan yang ditawarkan oleh bank sampah ini untuk menukar uang yang ada di tabungan tersebut . Pertama uang hasil tabungan bisa ditukar dengan buku( sesuai nominal tabungan dan permintaan dari mahasiswa) ,Kedua uang hasil tabungan bisa ditabung untuk biaya liburan asia trip(ditabung selama 1 tahun). Dan yang ketiga uang hasil tabungan bisa disumbangkan ke lembaga-lembaga sosial yang membutuhkan( istilah kerennya dari sampah untuk sedekah) .
Nah itu saja sih idenya,
jadi intinya bank sampah mahasiswa ini kalau bisa, dari mahasiswa dikerjakan oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa . Atau kalau memang terlalu sulit, mahasiswa bisa bekerja sama dengan Bank Sampah terdekat untuk manajemen pengelolaan. Jadi sampah langsung bisa didistribusikan ke bank sampah yang sudah besar. Mahasiswa tinggal mengatur hasil tabungannya.
Ya, kalaupun ide ini terlalu khonyol mungkin itu hanya celoteh pagi ini. Tapi saya berharap suatu saat, meskipun bukan saya ada orang yang ingin menerapkannya. Karena tujuannya bukan di hasilnya, tapi lebih dari itu .Yaitu bagaimana seorang mahasiswa bisa bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri dan sampah tidak lagi jadi sampah ,tapi jadi barang yang bisa menguntungkan.
Akhirnya Postingan Pertama di Sabtu Pagi :) Alhamdulilah
Untuk mekanismenya seperti ini :
1. Mahasiswa datang ke stand Bank Sampah untuk setor sampah(paling tidak sampah makanannya sendiri ya). Kalau bisa rutin atau setelah habis jajan .
2. Petugas Bank Sampah akan mencatat hasil timbangan dan memasukkan nominal uang di dalam buku tabungan. Jadi sistemnya tidak bisa ambil uang cash langsung, tapi ditabung dulu.
3. Setelah sebulan, mahasiswa bisa melihat tabungannya . Ada 3 pilihan yang ditawarkan oleh bank sampah ini untuk menukar uang yang ada di tabungan tersebut . Pertama uang hasil tabungan bisa ditukar dengan buku( sesuai nominal tabungan dan permintaan dari mahasiswa) ,Kedua uang hasil tabungan bisa ditabung untuk biaya liburan asia trip(ditabung selama 1 tahun). Dan yang ketiga uang hasil tabungan bisa disumbangkan ke lembaga-lembaga sosial yang membutuhkan( istilah kerennya dari sampah untuk sedekah) .
Nah itu saja sih idenya,
jadi intinya bank sampah mahasiswa ini kalau bisa, dari mahasiswa dikerjakan oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa . Atau kalau memang terlalu sulit, mahasiswa bisa bekerja sama dengan Bank Sampah terdekat untuk manajemen pengelolaan. Jadi sampah langsung bisa didistribusikan ke bank sampah yang sudah besar. Mahasiswa tinggal mengatur hasil tabungannya.
Ya, kalaupun ide ini terlalu khonyol mungkin itu hanya celoteh pagi ini. Tapi saya berharap suatu saat, meskipun bukan saya ada orang yang ingin menerapkannya. Karena tujuannya bukan di hasilnya, tapi lebih dari itu .Yaitu bagaimana seorang mahasiswa bisa bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri dan sampah tidak lagi jadi sampah ,tapi jadi barang yang bisa menguntungkan.
Akhirnya Postingan Pertama di Sabtu Pagi :) Alhamdulilah
Cuplikan sebelum tidur
Alhamdulilah,
Hari ini banyak kejutan dan doa yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Mulai dari teman lama sampai yang baru kenal menyempatkan waktunya untuk memberi hadiah terbaik, yaitu doa dan surprise nya.
Yeay akhirnya 20 tahun juga, Harapannya cuma simple aja
1. Be Aktivis
2.Critical Thinking
3. Good Writing
Semoga 3 hal ini jadi awal yang baik untuk kedepannya,
dan segera dapat beasiswaaaaaa German!!!!! Amiiiinnn
Penggila Beasiswa
Terimakasih untuk hari ini, besok semoga lebih giat nulis lagi.
Hari ini banyak kejutan dan doa yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Mulai dari teman lama sampai yang baru kenal menyempatkan waktunya untuk memberi hadiah terbaik, yaitu doa dan surprise nya.
Yeay akhirnya 20 tahun juga, Harapannya cuma simple aja
1. Be Aktivis
2.Critical Thinking
3. Good Writing
Semoga 3 hal ini jadi awal yang baik untuk kedepannya,
dan segera dapat beasiswaaaaaa German!!!!! Amiiiinnn
Penggila Beasiswa
Terimakasih untuk hari ini, besok semoga lebih giat nulis lagi.
Sunday, February 7, 2016
Inspirasi untuk pantai
Tepat habis jumatan saya dan 4 orang lainnya berangkat dari kampus menuju pantai gatra. Ya pantai gatra yang ada di malang selatan. Sebenarnya kita rombongan sih, tapi karena kita nggk mampu bayar alias sok kaya untuk naik truk, lebih baik kita nyusul pakai motor. Setelah 3 jam lebih sampailah kami di daerah pantai. Jalannya yang licin karena lumpur membuat kami sedikt terkendala, tapi kita mah hebat jadi lumpur pun takluk. Setelah parkir motor saya dan lainnya jalan kaki menuju pos 1. Kalau mau sebenarnya ada tukang ojek sih, bayar cuma 5 ribu. Entah kenapa hari itu aku begitu semangat untuk jalan, padahal yang lain ngos2an. Mungkin karena ada temen bule kali ya . Setelah pos 1 kita bakal nglewatin pos 2, di pos 2 itu baru dilakukan pengecekan barang-barang apa saja yang kita bawa. Disinilah ide saya mulai liar. Disana kita tidak boleh meninggalkan sampah apapun karena ya begitulah , kalau ada satu saja barang yang nggak sesuai bakal kena denda 100 ribu. Saya salut sama ide ini, entah siapa yang memulai aku penasaran. Selain itu disana petugasnya juga masih mahasiswa2 yang jadi volunteer. Bayangin aja kalau mahasiswanya aja udah turun tangan pasti bisa diperkirakan ini pantai bakal keren nantinya. Saya percaya ketika anak muda mau menghandle tempat wisata pasti maju wisata itu. Nah yang ingin aku sampaikan coba pantai di jawa timur ditargetkan seperti itu, bahkan kalau bisa mahasiswanya yang jadi volunteer. Dan sekalian ditambah sama tempat baca buku , jadi kan kelihatann oke banget. Iya kan ?
Subscribe to:
Posts (Atom)